Life is an Open Secret: Ramadhan Special
(184 pages)
By: Zabrina A.Bakar


Buku yang baru dibeli semalam, baru sehari menghirup udara di bumi Puncak Alam. Saya sememangnya meminati hasil tulisan beliau. Minat terhadap tulisan beliau bermula apabila saya berkenalan dengan buku Life is an Open Secret (Cover warna hijau).

Seterusnya, saya membeli hasil tulisan beliau, Life is an Open Secret: You, Me & We (Cover warna pink). Dan akhirnya, saya berjaya mendapatkan Life is an Open Secret: Ramadhan Special (Cover warna chocolate).


Baru berjaya mentafsir Secret One: A Pillar of Faith. Malam ini, sambil-sambil membetulkan draft for thesis, saya sempat go through all the “Secrets”.. Secret One till Secret Twenty Five.. Fuh!! Tak sabar nak baca.

Tiba-tiba, hati saya tergerak untuk membaca sepintas lalu..

Secret Nineteen: Forgiving Others.
Write injuries in sand, kindness in marble.
~French Proverb~

Tersentuh jua apabila mengingatkan sedikit rasa marah yang bersarang di hati dek ‘kekerekan’ seorang staff Pejabat Pengurusan Kolej Angsana & Rafflesia tengahari tadi.

Astaghfirullah..

Saya maafkan anda! Huu~ (>.<)//


Akhir kalam, marilah kita sama-sama menghayati kisah teladan yang mungkin bisa menyentuh perasaan. Mungkin ia sudah beberapa kali kita baca, tapi tidak salah kan kiranya di ulang lagi?

Dua orang sahabat sedang berjalan di padang pasir. Selama dalam perjalanan mereka berdebat tentang sesuatu. Salah seorang dari kedua sahabat itu menampar temannya, dan yang ditampar itu merasa sakit tetapi dia tak berkata apa apa, hanya menulis diatas pasir : "HARI INI TEMAN BAIKKU MENAMPARKU"

Mereka tetap berjalan sampai mereka menemukan sebuah oasis (sumber air), mereka sepakat untuk mandi, teman yang telah ditampar tergelincir dan hampir saja tenggelam di oasis tersebut, tetapi temannya datang dan menolongnya, dan setelah diselamatkan oleh temannya dari bahaya, dia menulis di atas batu "HARI INI TEMAN BAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU"


Teman yang telah menampar dan yang telah menyelamatkan nyawa teman baiknya itu bertanya kepadanya, "Setelah saya menyakitimu, kamu menulisnya di pasir dan sekarang, kamu menulisnya diatas batu, mengapa? Temannya pun menjawab : "Ketika seseorang menyakiti kita, kita harus menulisnya di atas pasir, agar angin dapat menerbangkannya lantas kesalahan itu dilupakan. Tetapi sekiranya seseorang melakukan sesuatu yang baik kepada kita, kita harus mengukirnya diatas batu agar ia kekal di hati selamanya."


“Andai seseorang itu membuat kebaikan, ukirlah di atas batu agar ia tersemat di hati dan kekal sebagai memori terindah..
Dan seandainya seseorang itu membuat kesalahan, tulislah di atas pasir agar ia hilang ditiup angin kemaafan..”


Semoga beroleh manfaat.